Monday , 19 November 2018
Home - News - “Tour Religi” Belajar Sambil Berwisata

“Tour Religi” Belajar Sambil Berwisata

Majene, jejakquarles.com – Sebanyak lima Puluh orang Santri Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash (PPM Al-Ikhlash) Lampoko, Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar (Polman) kunjungi beberapa tempat bersejarah melalui kegiatan Tour Religi.

Tour bermula dari Museum Mandar Kabupaten Majene  hingga  tempat-tempat bersejarah di Kabupaten Polman.

Pembina Tour ,Jamiluddin mengatakan, cara belajar sambil berwisata salah satu solusi bagi santri untuk mengurangi kejenuhan dengan materi dalam kelas.

“Alhamdulillah tahun ini pihak Pondok memberikan kegiatan kepada adek-adek santri dalam hal meningkatkan pengetahun umum.  Dan melalui kegiatan tour ini,  santri bisa mengetahui sejarah dan  budayasuatu daerah, ” tuturnya saat mendampingi santrinya di Museum Mandar Majene, Sabtu (21/04).

Pada Tour kali ini, santri sangat aktif mendengarkan penjelasan dari pemandu.

“Peserta tour dari Kelas VII SMP,  Santriwan dan Santriwati. Mereka merasa senang bisa menambah pengetahuan setelah mendengar penjelasan dari pemandu wisata,  bahkan mereka tak henti-hentinya bertanya kepada pemandu tentang asal-usul benda bersejarah yang terpajang,” tambah Jamiluddin.

Rombongan Santri Saat Berfoto di Depan Museum,  Sabtu (21/04).

Pengelolah Museum mengapresiasi kunjungan Santri tersebut.

“Kami ucapkan selamat datang kepada semua rombongan,  dan terimakasih yang sebesar besarnya atas kunjugannya,” ucap Firdaus Umar saat menyambut peserta Tour.

Lanjut Firdaus, Museum Mandar Majene yang terletak Kota Majene tepatnya Lingkungan Timbo-Timbo Kelurahan Pangngaliali Kecamatan Banggae merupakan Bangunan Klonial Belanda yang dulunya Rumah Sakit Umum.

Sejak tahun 1989 Museum Mandar Majene berubah status hukumnya dari swasta menjadi  Museum Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Majene.

“Kalau Temat ini masih bangunan Belanda,  sebelum jadi museum ini dulunya rumah sakit. Sampai saat ini masih belum pernah dirubah bangunannya,  hanya ada beberapa yang direnovasi karena sudah rusak, jadi inilah aktifitas saya sebagai pemandu yang Kebetulan Pegawai Negeri Sipil (PNS)  menjelaskan mengenai apa saja yang ditanyakan oleh pengunjung seperti santri tadi,” tutup Firdaus.

(dht)